Perdana Menteri Tony Abbott mengatakan Australia akan
tetap mencegah kapal pencari suaka memasuki perairan mereka dan meminta
Indonesia agar mengerti bahwa hal ini adalah masalah kedaulatan.
"Bagi kami, menghentikan kapal adalah masalah kedaulatan dan Presiden Yudhoyono seharusnya mengerti, dan ia memang mengerti, betapa seriusnya negara-negara di dunia memandang kedaulatan mereka," kata Abbott di Davos.
"Kami akan terus melakukan tugas kami yaitu mengamankan perbatasan," tambahnya.
Pelanggaran tak disengaja?
Pernyataan Abbott disampaikan hanya sepekan setelah Menteri Imigrasi Australia Scott Morisson meminta maaf atas tindakan Angkatan Laut Australia mendorong kapal pencari suaka memasuki perairan Indonesia.
Saat itu, Morisson mengatakan pelanggaran itu
"tidak disengaja" namun banyak laporan mengatakan bahwa kapal perang AL
Australia tahu mereka memasuki perairan asing.
"Saya kuliah di Australia, di akademi militer.
Angkatan Laut Australia tidak punya perahu kayu, yang mereka punya
adalah kapal perang lengkap dengan teknologi modern," kata Tubagus
Hasanuddin kepada ABC, seperti dikutip AFP.
Personil AL Australia juga dituduh melakukan kekerasan terhadap pencari suaka yang kapalnya didorong kembali ke Indonesia.
Canberra membantah tuduhan itu, namun sejumlah pencari suaka yang diselamatkan oleh aparat Indonesia beberapa waktu lalu mengatakan mereka mendapat penganiayaan serta pelecehan verbal.
Sumber : BBC
Klaim bahwa AL Australia "tidak sengaja" memasuki perairan Indonesia diragukan
Personil AL Australia juga dituduh melakukan kekerasan terhadap pencari suaka yang kapalnya didorong kembali ke Indonesia.
Canberra membantah tuduhan itu, namun sejumlah pencari suaka yang diselamatkan oleh aparat Indonesia beberapa waktu lalu mengatakan mereka mendapat penganiayaan serta pelecehan verbal.
Sumber : BBC
No comments:
Post a Comment