Korea Selatan (Korsel) melakukan latihan perang angkatan laut dengan
menggunakan peluru sungguhan. Namun latihan ini mengundang protes dari
Jepang.
Latihan perang ini dilakukan di dekat pesisir timur Korsel, tidak jauh dari Pulau Takeshima. Korsel yang menyebut pulau tersebut sebagai Pulau Dokdo, dianggap telah melakukan provokasi.
Angkatan Laut Korsel diketahui memobilisasi 19 kapal perang, termasuk kapal jenis Destroyer Gwanggaeto the Great. Mereka juga mengerahkan dua pesawat anti-kapal selam dan helikopter Lynx.
Latihan perang ini dilakukan di dekat pesisir timur Korsel, tidak jauh dari Pulau Takeshima. Korsel yang menyebut pulau tersebut sebagai Pulau Dokdo, dianggap telah melakukan provokasi.
Angkatan Laut Korsel diketahui memobilisasi 19 kapal perang, termasuk kapal jenis Destroyer Gwanggaeto the Great. Mereka juga mengerahkan dua pesawat anti-kapal selam dan helikopter Lynx.
Sehari sebelum
latihan perang ini dilakukan, Jepang mendesak Korsel untuk membatalkan
latihan tersebut. Jepang mengulang kembali klaim teritorial mereka di
Pulau Dokdo. Namun permintaan Jepang tidak dikabulkan dan latihan pun
berjalan sesuai rencana pada Jumat 20 Mei 2014.
Pada awalnya, militer Korsel berencana untuk melakukan latihan dengan tidak mengumumkannya ke publik. Tetapi mereka kemudian mengumumkannya kepada masyarakat umum sebagai bagian dari peringatan kepada pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong-Un.
Pihak Korea pun tidak menerima klaim dari Jepang terkait Pulau Dokdo. Mereka mengatakan, latihan tetap dilakukan sebagai bentuk perlawanan atas provokasi Korut.
"Wilayah latihan tersebut merupakan daerah di mana kami biasa melakukan latihan perang. Klaim Pemerintah Jepang atas lokasi itu, sangat tidak bisa diterima," ujar pihak Angkatan Laun Korsel, seperti dikutip Donga, Sabtu (21/6/2014).
Sementara Sekretaris Kabinet Jepang Yoshihide Suga memprotes latihan itu. Menurutnya, Jepang tidak bisa menerima latihan perang di Pulau Takeshima atau Pulau Dokdo untuk Korsel.
Sumber : Okezone
Pada awalnya, militer Korsel berencana untuk melakukan latihan dengan tidak mengumumkannya ke publik. Tetapi mereka kemudian mengumumkannya kepada masyarakat umum sebagai bagian dari peringatan kepada pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong-Un.
Pihak Korea pun tidak menerima klaim dari Jepang terkait Pulau Dokdo. Mereka mengatakan, latihan tetap dilakukan sebagai bentuk perlawanan atas provokasi Korut.
"Wilayah latihan tersebut merupakan daerah di mana kami biasa melakukan latihan perang. Klaim Pemerintah Jepang atas lokasi itu, sangat tidak bisa diterima," ujar pihak Angkatan Laun Korsel, seperti dikutip Donga, Sabtu (21/6/2014).
Sementara Sekretaris Kabinet Jepang Yoshihide Suga memprotes latihan itu. Menurutnya, Jepang tidak bisa menerima latihan perang di Pulau Takeshima atau Pulau Dokdo untuk Korsel.
Sumber : Okezone
No comments:
Post a Comment