Namun, para ahli nuklir saat itu mengklaim, pihak militer lebih
khawatir terhadap kemungkinan pusat komando atau jaringan komunikasi
rusak seandainya perang nuklir nyata terjadi -- yang bisa menghalangi
militer mendapatkan kode atau otorisasi untuk meluncurkan rudal ketika
benar-benar diperlukan.
Jadi, mereka memilih untuk kode keamanan yang gampang, 8 angka 0.
Dr Bruce G Blair bekerja sebagai petugas peluncuran nuklir yang siap diperintah 24 jam antara tahun 1970 dan 1974. Ia menulis sejumlah artikel tentang komando dan sistem kontrol nuklir.
Dalam sebuah makalah berjudul, 'Keeping Presidents in the Nuclear Dark', ia menulis, Komando Strategis Udara tak terlalu khawatir soal tindakan tak sah, ketimbang terkait potensi pengamanan tersebut mengganggu pelaksanaan peluncuran senjata saat perang.
Hebatnya, ia juga menulis bahwa kombinasi vital untuk peluncuran nuklir AS juga dicatat dan dibagikan ke sejumlah petugas. Meski tak gamblang menyebut kode persis,
"Checklist peluncuran kami, sebenarnya, memerintahkan kami, para kru peluncuran untuk memeriksa panel penguncian di fasilitas peluncuran di bunker bawah tanah untuk memastikan bahwa tidak ada angka selain nol sengaja disetel ke panel," tulis Blair.
Menurut situs Today I Found Out, Blair juga menulis artikel pada 1977 yang berjudul, "The Terrorist Threat to World Nuclear Programs'.
Artikel itu mengklaim bahwa hanya butuh 4 orang untuk bekerja bersama-sama dalam peluncuran senjata nuklir mematikan dari gudang tertutup tempatnya bekerja.
Pada tahun yang sama, 1977, semua sistem PAL diaktifkan dengan kode nuklir berbeda. Mudah-mudahan sesuatu yang lebih rumit daripada 00000000.
Jadi, mereka memilih untuk kode keamanan yang gampang, 8 angka 0.
Dr Bruce G Blair bekerja sebagai petugas peluncuran nuklir yang siap diperintah 24 jam antara tahun 1970 dan 1974. Ia menulis sejumlah artikel tentang komando dan sistem kontrol nuklir.
Dalam sebuah makalah berjudul, 'Keeping Presidents in the Nuclear Dark', ia menulis, Komando Strategis Udara tak terlalu khawatir soal tindakan tak sah, ketimbang terkait potensi pengamanan tersebut mengganggu pelaksanaan peluncuran senjata saat perang.
Hebatnya, ia juga menulis bahwa kombinasi vital untuk peluncuran nuklir AS juga dicatat dan dibagikan ke sejumlah petugas. Meski tak gamblang menyebut kode persis,
"Checklist peluncuran kami, sebenarnya, memerintahkan kami, para kru peluncuran untuk memeriksa panel penguncian di fasilitas peluncuran di bunker bawah tanah untuk memastikan bahwa tidak ada angka selain nol sengaja disetel ke panel," tulis Blair.
Menurut situs Today I Found Out, Blair juga menulis artikel pada 1977 yang berjudul, "The Terrorist Threat to World Nuclear Programs'.
Artikel itu mengklaim bahwa hanya butuh 4 orang untuk bekerja bersama-sama dalam peluncuran senjata nuklir mematikan dari gudang tertutup tempatnya bekerja.
Pada tahun yang sama, 1977, semua sistem PAL diaktifkan dengan kode nuklir berbeda. Mudah-mudahan sesuatu yang lebih rumit daripada 00000000.
No comments:
Post a Comment