Presiden Rusia, Vladimir Putin menyatakan telah menarik mundur
pasukannya dari perbatasan Ukraina, Rabu (6/5).
Dalam pernyataan tersebut, Putin juga meminta agar referendum mengenai otonomi Ukraina Timur yang rencananya dilakukan Ahad (11/5) agar ditunda.
Dalam pernyataan tersebut, Putin juga meminta agar referendum mengenai otonomi Ukraina Timur yang rencananya dilakukan Ahad (11/5) agar ditunda.
AP melansir, dalam pertemuan dengan Presiden Swiss, Didier
Burkhalter, Putin mengatakan, pasukan Rusiatelah ditarik kembali ke
tempat pelatihannya. Namun, tidak diketahui secara pasti apakah lokasi
pelatihan pasukan Rusia itu berada di sekitar wilayah perbatasan Ukraina
atau benar-benar berada di dalam wilayah Rusia.
Menanggapi hal ini, AS dan NATO mengatakan tidak sepenuhnya yakin jika langkah yang dilakukan Putin dapat mendinginkan situasi yang masih memanas di Ukraina. Mereka juga masih khawatir jika Rusia belum benar-benar menarik pasukannya dari Ukraina.
"Belum ada bukti kuat mundurnya pasukan Rusia tersebut," ujar Josh Earnest, juru bicara gedung putih.
Krisis di Ukraina telah menyebabkan kekerasan yang menimbulkan banyak korban jiwa. Menjelang referendum otonomi Ukraina Timur yang berlangsung Ahad mendatang, kelompok pro-Rusia dan pasukan Ukraina dikhawatirkan akan bertikai secara lebih frontal.
Sumber : Republika
Menanggapi hal ini, AS dan NATO mengatakan tidak sepenuhnya yakin jika langkah yang dilakukan Putin dapat mendinginkan situasi yang masih memanas di Ukraina. Mereka juga masih khawatir jika Rusia belum benar-benar menarik pasukannya dari Ukraina.
"Belum ada bukti kuat mundurnya pasukan Rusia tersebut," ujar Josh Earnest, juru bicara gedung putih.
Krisis di Ukraina telah menyebabkan kekerasan yang menimbulkan banyak korban jiwa. Menjelang referendum otonomi Ukraina Timur yang berlangsung Ahad mendatang, kelompok pro-Rusia dan pasukan Ukraina dikhawatirkan akan bertikai secara lebih frontal.
Sumber : Republika
No comments:
Post a Comment